Perkembangan Strategi dan
Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia
A.Perencanaan Pembangunan
1.Manfaat perencanaan pembangunan
Manfaat perencanaan pembangunan
adalah :
a.Terdapatnya suatu pengarahan
kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegitan-kegiatan yang ditunjukan
kepada pencapaian tujuan pembangunan.
b.Dapat dilakukan suatu perkiraan
terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan
mengenai potensi-potensi dan prospek-prospek perkembangan, tetapi juga mengenai
hambatan-hambatan dan resiko-resiko yang mungkin dihadapi.
c.Memberikan kesempatan untuk memilih
berbagai alternatif tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih
kombinasi cara yang terbaik.
Dalam sejarah perkembangannya,
perencanaan pembangunan ekonomi di Indonesia dibagi dalam beberapa periode,
yakni :
a.Periode sebelum Orde Baru,
dibagi dalam :
Periode 1945 – 1950
Periode 1951 – 1955
Periode 1956 – 1960
Periode 1961 – 1965
b.Periode setelah Orde Baru,
dibagi dalam :
Periode 1966 s/d 1958, Periode
Stabilisasi dan Rehabilitasi.
Periode Repelita I: 1969/70 – 1973/74
Periode Repelita II: 1974/75 – 1978/79
Periode Repelita III:
1979/80 – 1983/84
Periode Repelita IV:
1984/85 – 1988/89
Periode Repelita V
: 1989/90 – 1993/94
Strategi Pembangunan
a.Strategi Pertumbuhan Penduduk dari Pendapatan Perkapita
-Pendapatan
naik, meningkatkan laju pertumbuhan penduduk. Hanya pada titik tertentu, jika
melampaui titik tersebut, kenaikan pendapatan perkapita menurunkan tingkat
kesuburan. Dan ketika pembangunan mencapai tahap maju, maka laju pertumbuhan
penduduk turun.
-Dengan
kenaikan pendapatan perkapita, keinginan memperoleh anak semakin berkurang.
Spesialisasi meningkat dan Mobilitas, ekonomi dan sosial. Kenyataan mengurus
anak sangat sulit dan mahal. Maka laju pertumbuhan penduduk KONSTAN dan
menurun.
b.Strategi Pembangunan dengan pemerataan
Keadaan sosial antara
si kaya dan si miskin mendorong para ilmuwan untuk mencari alternatif.
Alternatif baru yang muncul adalah strategi pembangunan pemerataan. Strategi
ini dikemukakakan oleh Ilma Adelman dan Morris. Yang menonjol pada pertumbuhan
pemerataan ini adalah ditekannya peningkatan pembangunan melalui teknik social
engineering, seperti melalui penyusunan rencana induk, paket program terpadu.
Dengan kata lain, pembangunan masih diselerenggarakan atas dasar persepsi,
instrumen yang ditentukan dari dan oleh mereka yang berada “diatas” (Ismid
Hadad). Namun ternyata model pertumbuhan pemerataan ini juga belum mampu
memecahkan masalah pokok yang dihadapi negara-negara sedang berkembang seperti
pengangguran masal, kemiskinan struktural dan kepincangan sosial.
c.Strategi Ketergantungan
§Kemiskinan di negara berkembang lebih
disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak/negara
lainnya. Oleh karena itu jika suatu negara ingin terbebas dari kemiskinan dan
keterbelakangan ekonomi, negara tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan
ekonominya pada usaha melepaskan diri dari ketergantugan pihak lain. Langkah
yang dapat ditempuh diantaranya adalah :
a.Meningkatkan produksi nasional yang disertai dengan peningkatan
kemampuan dalam bidang produksi.
b.Mencintai produk dalam negeri.
d.Strategi yang Berwawasan Ruang
Strategi ini
dikemukakan oeh Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab kurang
mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya/maju. Menurut
mereka kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah maju dikarenakan
kemampuan/pengaruh menyebar dari kayak e miskin (spread effects) lebih kecil
dari pada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya
(back-wash-effects). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa
Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai,
sedangkan Hirschman percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.
e.Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok
Sasaran dari
strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini
selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO) pada tahun
1975, dengan menenkankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat
dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada
pengangguran.
Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi
pembangunan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan
ekonomi, diantaranya adalah:
a.Sumber
daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah,
keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut. Semua itu
mempengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan
bahan baku produki. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk
mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih
tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).
b.Sumber
daya manusia, menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan
kualitas pendudk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk
memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas produk menentukan seberapa
besar produktivitas yang ada.
c.Sumber
daya modal, dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan
modal dari investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber
daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan
kelancaran pembangunan ekonomi, karena barang-barang modal juga dapat
meningkatkan produktivitas.
Strategi pembangunan ekonomi Indonesia
Pada umumnya,
pembangunan nasional di berbagai negara sedang berkembang lebih ditekankan pada
pembangunan ekonomi. Pembangunan di bidang ekonomi dapat mendukung pencapaian
tujuan yang diharapkan atau dapat mendorong perubahan-perubahan dan pembaruan
dalam kehidupan. Pembangunan nasional di Indonesia ditujukkan untuk mewujudkan
suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945 di dalam wadah negara Kesatuan Republik
Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam
suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib, dan dinamis, serta
dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib, dan damai.
4.Perencanaan Pembangunan
Pembangunan pada
hakikatnya, merupakan serangkaian proses perubahan yang terus-menerus menuju ke
arah tujuan yang ingin dicapai. \
·Beberapa
rencana pembangunan Nasional yang tersirat dalam pembukaan UUD 1945
antara lain :
a.Memajukan kesejahteraan umum.
b.Mencerdaskan kehidupan bangsa.
c.Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
d.Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan
keadilan sosial.
·Manfaat
dari perencanaan pembangunan adalah :
a.Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif
tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang
terbaik.
b.Dengan perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas. Memilih
urutan-urutan dari segi pentingnya suatu tujuan, sasaran maupun kegiatan
usahanya.
c.Dengan adanya rencana maka akan ada suatu alat pengukur untuk mengadakan
suatu pengawasan dan evaluasi.
d.Dengan perencanaan, perkembangan ekonomi yang mantap atau pertumbuhan
ekonomi yang terus menerus dapat ditingkatkan.
Referensi :
1.Aris Budi S., 1996, Buku Paket
Perekonomian Indonesia, Universitas Gunadarma, Jakarta
Sistem perekonomian
adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya
yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.
vPERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN
¨System
perekonomian pasar (liberalis/kapitalis)
sistem
ekonomi bergerak kearah menuju pasar bebas dan sistem ekonomi berpaham
perdagangan bebas dalam era globalisasi yang bertujuan menghilangkan kebijakan
ekonomi proteksionisme. Harga ditentukan
oleh kekuatan dalam pasar.
Cirri-ciri
sitem perekonomian pasar
ØSetiap orang bebas memiliki barang, termasuk
barang modal
ØSetiap orang bebas menggunakan barang dan jasa
yang dimilikinya.
ØAktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh
laba
ØSemua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh
masyarakat (Swasta)
ØPemerintah tidak melakukan intervensi dalam
pasar Persaingan dilakukan secara bebas
Merepukan sitem ekonomi yg seluruh kegiatan ekonominya
direncanakn,dilaksnakan ,dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat.
Ciri-ciri sitem perekonomian
perencanaan
ØAlat-alat dan faktor produksi dikuasai negara
ØKegiatan ekonomi sepenuhnya diatur negara
ØHarga barang/jasa ditentukan pemerintah
ØHak milik perorangantidak diakui
¨Sitem
ekonomi campuran
Sistem ekonomi campuran, yaitu sistem ekonomi yang
memadukan antara system ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.
Pada sistem ekonomi ini, pemerintah
dan swasta mempunyai peranan yang berimbang dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah
melakukan intervensi dengan cara membuat peraturan, menetapkan kebijakan
fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan sektor swasta, dan sebagainya.
Dalam penerapannya, sistem ini bervariasi antara negara yang satu dengan yang
lainnya, tergantung situasi perekonomian negara yang bersangkutan. Perancis
merupakan salah satu negara yang melakukan sistem ekonomi campuran.
¨Perbedaan
berbagai system ekonomi yg ada
Perbedaan sistem ekonomi suatu negara dapat ditinjau dari
beberapa sudut:
a.Sistem
kepemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
b.Keleluasaan
masyarakat untuk berkompetisi dan menerima imbalan atas prestasi kerja
c.Kadar
peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupanbisnis dan perekonomian pada umumnya.
vSistem
perekonomian Indonesia
·Perkembangan
Sistem Perekonomian Indonesia
A. Perkembangan
sistem ekonomi orde lama
a.Kondisi Politik
·Indonesia menghadapi 2 perang besar dengan Belanda
·Gejolak
politik dalam negeri dan beberapa pemberontakan
·Manajemen ekonomi makro yang buruk
b.Kondisi ekonomi
tidak menguntungkan
·Selama dekade 1950an, pertumbuhan ekonomi rata-rata 7%
·Periode
1960 – 1966, pertumbuhan ekonomi 1,9% dan stagflasi (high rate of unemployment
and inflation)
·Periode
1955 – 1965, rata-rata pendapatan pemerintah Rp 151 juta dan pengeluaran Rp 359
juta
·Produksi
sektor pertanian dan perindustrian sangat
rendah sebagai akibat dari kurangnya kapasitas produksi dan infrastruktur
pendukung
·Jumlah uang yang beredar berlebihan, sehingga terjadi inflasi
B.Perkembangan Sistem Ekonomi Orde Baru
Sejak Maret 1966, Pemerintah mengarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat
melalui pembangunan ekonomi dan sosial. Pemerintah meninggalkan idiologi
komunis dan menjalin hubungan dengan Negara barat dan menjadi anggota PBB, IMF,
dan Bank Dunia.
Kondisi perekonomian Indonesia:
a.Ketidakmampuan
membayar hutang LN US $32 Milyar
b.Penerimaan ekspor
hanya setengah dari pengeluaran untuk impor
c.Pengendalian
anggaran belanja dan pemungutan pajak yang tidak berdaya
d.Inflasi 30 – 50
persen per bulan
e.Kondisi prasarana
perekonomian yang buruk
f.Kapasitas produktif
sektor industri dan ekspor menurun
Prioritas kebijakan ekonomi:
a.Memerangi
hiperinflasi
b.Mencukupkan
persediaan pangan (beras)
c.merehabilitasi
prasaran perekonomian
d.Peningkatan ekspor
e.Penyediaan lapangan
kerja
f.Mengundang investor
asing
Program ekonomi orde baru mencakup:
a.Jangka
pendek
·Juli –
Desember 1966 untuk program pemulihan
·Januari
– Juni 1967 untuk tahap rehabilitasi
·Juli –
Desember 1967 untuk tahap konsolidasi
·Januari
– Juni 1968 untuk tahap stabilisasi
b.Jangka
panjang yang berupa Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) mulai April tahun
1969.
Dalam rangka mendukung kebijakan jangka pendek,
pemerintah:
e.Pemberian peran
yang lebih besar kepada bank bank dan lembaga keuangan lain sebagai ’”agen
pembangunan”. Dengan memobilisasi tabungan masyarakat untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi dan memainkan peranan penting untuk pembangunan pasar uang
dan pasar modal.
Mulai 1 April 1969, Program pembangunan jangka
panjang terdiri dari tahapan-tahapan REPELITA dengan sasaran:
a.stabilitas
perekonomian
b.pertumbuhan ekonomi
c.pemerataan hasil
pembangunan
REPELITA
I è 1969 – 1974 dengan
sasaran: (a) stabilitas perekonomian; (b) pertumbuhan ekonomi; dan (c)
pemerataan hasil pembangunan
REPELITA II è
1974 – 1979 dengan sasaran: (a) pertumbuhan ekonomi; (b) pemerataan hasil
pembangunan; dan (c) stabilitas perekonomian
REPELITA III è
1979 – 1984, REPELITA IV è
1984 – 1989, REPELITA V è 1989 –
1994,
REPELITA
VI è 1994 – 1999 dengan
sasaran: (a) pemerataan hasil pembangunan; (b) pertumbuhan ekonomi dan (c)
stabilitas perekonomian
Kondisi
utama yang harus dipenuhi untuk pembangunan ekonomi yang baik:
a.Kemauan politik
yang kuat
b.Stabilitas ekonomi
dan politik
c.SDM yang lebih baik
d.Sistem politik dan
ekonomi yang terbuka yang beroorientasi ke barat
e.Kondisi ekonomi dan
politik dunia yang lebih baik
Sumber :
Aries Budi S., 1996, Buku Paket Perekonomian
Indonesia,Universitas
Gunadarma, Jakarta
Jika dalam ilmu ekonomi mikro kita mengenal tiga
pelaku ekonomi yaitu :
a.Pemiliik
faktor produksi
b.Konsumen
c.Produsen
Lalu dalam ekonomi makro kita mengenal empat pelaku
ekonomi :
a.sektor
rumah tangga
b.sektor
swasta
c.sektor
pemerintah, dan
d.sektor
luar negeri
Dalam perekonomian indonesia dikenal tiga pelaku
ekonomi pokok yaitu :
a.koperasi
b.swasta
c. sector pemerintah
Dalam UUD 1945 pasal 33, dijelaskan panduan dalam
menjalankan roda perekonomian Indonesia. Pada pasal 1, dijelaskan perkonomian
disusun sebagai usaha bersama berdasar atas dasar kekeluargaan.
Jadi , Perekonomian yang ada di dunia ini , di
organisasikan secara berbeda-beda . di Indonesia bentuk organisasi perekonomian
sangat di pengaruhi oleh nilai-nilai kebudayaan , pandangan politik , dan
ideologi ekonomi dari masyarakat tersebut .
Tiga Persoalan Pokok Ekonomi
Tiga persoalan pokok ekonomi tersebut diringkas ke
dalam tiga kata Tanya dalam bahasa inggris:
What(apa), How(Bagaimana), dan For Whom(Untuk Siapa)
·Jenis dan jumlah barang serta jasa yang harus diproduksi (What)
What adalah pemilihan jumlah serta jenis barang dan
jasa yang harus dahasilkan. What menunjukkan persoalan yang dihadapi oleh
setiap system ekonomi yang terkait dengan pertanyaan : jenis barang apakah yang
harus diproduksi dan berapa jumlahnya ?
·Cara system Ekonomi menghasilkan barang dan jasa (How)
How adalah pemilhan cara menghasilkan barang dan jasa.
How menunjukkan persoalan yang dihadapi oleh system perekonomian yang terkait
dengan pertanyaan : Bagaimana menghasilkan barang dan jasa. Untuk mencapai
kemakmuran.Artinya, setiap system ekonomi harus dapat menjawab persoalan cara
yang ditempuh oleh suatu Negara untuk menghasilkan barang dan jasa.
·Cara distribusi Barang dan Jasa (For Whom)
For Whom adalah pemilhan kelompok masyarakat yang
harus menikmati barang dan jasa yang dihasilkan.
I.Pemerintah (BUMN)
a)Pemerintah sebagai Pelaku
Kegiatan Ekonomi
Peran
pemerintah sebagai pelaku kegiatan ekonomi berarti pemerintah melakukan
kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi. kestabilan yang mendukung kegiatan
ekonomi pemerataan hasil ekonomi pertumbuhan kegiatan ekonomi.
·Kegiatan produksi
Pemerintah dalam menjalankan perannya sebagai pelaku
ekonomi, mendirikan perusahaan negara atau sering dikenal dengan sebutan Badan
Usaha Milik Negara (BUMN). Sesuai dengan UU No. 19 Tahun 2003, BUMN adalah
badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara
melalui penyertaan secara langsung berasal dari kekayaan negara yang
dipisahkan. BUMN dapat berbentuk Perjan (Perusahaan Jawatan), Perum (Perusahaan
Umum), dan Persero (Perusahaan Perseroan). BUMN memberikan kontribusi yang
positif untuk perekonomian Indonesia. Pada sistem ekonomi kerakyatan, BUMN ikut
berperan dalam menghasilkan barang atau jasa yang diperlukan dalam rangka
mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pelaksanaan peran BUMN tersebut
diwujudkan dalam kegiatan usaha hampir di seluruh sektor perekonomian, seperti
sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, manufaktur, pertambangan, keuangan,
pos dan telekomunikasi, transportasi, listrik, industri, dan perdagangan serta
konstruksi. BUMN didirikan pemerintah untuk mengelola cabang-cabang produksi
dan sumber kekayaan alam yang strategis dan menyangkut hajat hidup orang
banyak. Misalnya PT Dirgantara Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara, PT
Kereta Api Indonesia (PT KAI), PT Pos Indonesia, dan lain sebagainya.
Perusahaan-perusahaan tersebut didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat, serta untuk mengendalikan sektor-sektor yang strategis dan
yang kurang menguntungkan.
·Kegiatan konsumsi
Seperti halnya yang telah kalian pelajari pada bab 8
mengenai pelaku-pelaku ekonomi, pemerintah juga berperan sebagai pelaku
konsumsi. Pemerintah juga membutuhkan barang dan jasa untuk menjalankan
tugasnya. Seperti halnya ketika menjalankan tugasnya dalam rangka melayani
masyarakat, yaitu mengadakan pembangunan gedung-gedung sekolah, rumah sakit,
atau jalan raya. Tentunya pemerintah akan membutuhkan bahan-bahan bangunan
seperti semen, pasir, aspal, dan sebagainya. Semua barang-barang tersebut harus
dikonsumsi pemerintah untuk menjalankan tugasnya. Contoh-contoh mengenai
kegiatan konsumsi yang dilakukan pemerintah masih banyak, seperti membeli
barang-barang untuk administrasi pemerintahan, menggaji pegawai-pegawai
pemerintah, dan sebagainya.
·Kegiatan distribusi
Selain kegiatan konsumsi dan produksi, pemerintah juga
melakukan kegiatan distribusi. Kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah
dalam rangka menyalurkan barang-barang yang telah diproduksi oleh
perusahaanperusahaan negara kepada masyarakat. Misalnya pemerintah menyalurkan
sembilan bahan pokok kepada masyarakat-masyarakat miskin melalui BULOG.
Penyaluran sembako kepada masyarakat dimaksudkan untuk membantu masyarakat
miskin memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh
pemerintah harus lancar. Apabila kegiatan distribusi tidak lancar akan
memengaruhi banyak faktor seperti terjadinya kelangkaan barang, harga
barang-barang tinggi, dan pemerataan pembangunan kurang berhasil. Oleh karena
itu, peran kegiatan distribusi sangat penting.
b)Pemerintah sebagai Pengatur
Kegiatan Ekonomi
Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di bidang
ekonomi tidak hanya berperan sebagai salah satu pelaku ekonomi, akan tetapi
pemerintah juga berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan
terhadap jalannya roda perekonomian demi tercapainya tujuan pembangunan
nasional.
Peranan
BUMN dalam sistem perekonomian Indonesia
Dalam usaha membangun ekonomi diusahakan peran serta
seluruh lapisan masyarakat dan mengurangi campur tangan Pemerintah yang
menghambat perkembangan ekonomi. Dalam iklim demikian ini dirumuskan
perundangan yang akan meletakkan kembali peran BUMN sebagai aparatur
perekonomian negara dalam sistem perekonomian Indonesia. Perumusan ini telah
melahirkan Undang-undang No 9 Tahun 1969 dimana dalam konsiderinya jelas
mencerminkan kedudukan /peranan BUMN dalam sistem perekonomian Indonesia,
antara lain :
·Bahwa perusahaan Negara sebagai unit ekonomi yang tidak terpisah dari
sistem ekonomi Indonesia perlu segera disesuaikan pengaturan dan pembinaannya
menurut isi dan jiwa ketetapan MPR sementara Nomor XXIII/MPRS/1966
·Bahwa dalam kenyataannya terdapat Usaha Negara dalam bentuk Perusahaan
Negara berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 1960 yang dirasakan kurang efisien,
sehingga dipandang perlu untuk segera ditertibkan kembali
Landasan
Konstitusional BUMN
Pendirian BUMN di Indonesia tampaknya bermacam-macam
tergantung dari peride dan kebijaksanaan pemerintah. Beberapa BUMN merupakan
kelanjutan dari perusahaan-perusahaan yang didirikan pada jaman sebelum
kemerdekaan.Berbagai landasan pendirian perusahaan negara ini menyulitkan
pengendaliannya. Tolak ukur keberhasilan yang didasarkan motivasi pendirian
suatu badan usaha menjadi tidak jelas. Landasan konstitusional BUMN di
Indonesia adalah Pasal 33 UUD 1945. Jadi kegiatan ekonomi dalam bentuk
perusahaan yang dikendalikan oleh negara adalah dalam rangka pelaksanaan Pasal
33 UUD 1945 tersebut.
Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI No. 740/KMK
00/1989 yang dimaksud Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah Badan usaha yang
seluruh modalnya dimiliki negara. Bahasa asingnya BUMN adalah public
enterprise. BUMN berisikan 2 elemen esensial yaitu: Unsur Pemerintah dan Unsur
Bisnis. BUMN tidak 100 persen pemerintah dan juga tidak 100 persen bisnis.
Besar persennya tergantung pada jenis atau tipe BUMN-nya.
BUMN mempunyai keistimewaan karakteristik yang tidak di punyai oleh badan usaha
lain yaitu: “A corporation clothed with the power of goverment but possessed
the flexibility an initiative of a private enterprise ( suatu badan usaha yang
“berbaju” pemerintah tetapi mempunyai fleksibilitas dan inisiatif sebagai
perusahaan swata).
Apabila diuraikan lebih lanjut maka dalam public dari
public enterprise (BUMN) ada tiga makna terkandung didalamnya yaitu: public
purpose, public ownership, dan public control. Dari ketiga makna itu public
purpose-lah yang menjadi inti dari konsep BUMN. Public Purpose ini dijabarkan
sebagai hasrat pemerintah untuk mencapai cita-cita pembangunan (sosial, polotik
dan ekonomi) bagi kesehjahteraan bangsa dan negara.
Latar belakang pendirian BUMN
Maksud dan tujuan pendirian BUMN :
·Memberikan sumbangan bagi perkembangan pereonomian nasional pada umumnya
dan penerimaan negara pada khususnya.
·Mengejar keuntungan.
·Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan jasa yang
bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak
·Menjadi perintis kegiatan kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan
oleh sektor swasta dan koperasi.
·Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan
ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.
Tiga bentuk BUMN ( PERJAN, PERUM dan PERSERO)
1)Perjan adalah bentuk badan usaha milik negara yg seluruh modalnya
dimiliki oleh pemerintah. Perjan ini berorientasi pelayanan pd masyarakat,
Sehingga selalu merugi. Sekarang sudah tdk ada perusahaan BUMN yg menggunakan
model perjan karena besarnya biaya ukt memelihara perjan-perjan tersebut.
Contoh Perjan: PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) kini berganti menjadi
PT.KAI
Maksud dan Tujuan Perjan adalah
·menyelenggarakan kegiatan usaha yang bertujuan untuk kemanfaatan
masyarakat umum, berupa penyediaan jasa pelayanan yang bermutu tinggi dan tidak
semata-mata mencari keuntungan.
·Untuk mendukung pembiayaan dalam menyelenggarakan kegiatan pelayanan
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) PP No.12 Tahun 1998, PERJAN dapat melakukan
kegiatan-kegiatan tertentu yang berkaitan dengan bidang pelayanan yang
bersangkutan.
2)Perum
adalah perjan yg sudah diubah. Tujuannya tdk lagi berorientasi pelayanan tetapi
sudah profit oriented. Sama seperti Perjan, perum di kelola oleh negara dgn
status pegawainya sbg Pegawai Negeri. Namun perusahaan masih merugi meskipun
status Perjan diubah menjadi Perum, sehingga pemerintah terpaksa menjual
sebagian saham Perum tersebut kpd publik (go public) & statusnya diubah
menjadi persero
3)Persero adalah salah satu Badan Usaha yg dikelola oleh Negara atau
Daerah. Berbeda dgn Perum atau Perjan, tujuan didirikannya Persero yg pertama
adl mencari keuntungan & yg kedua memberi pelayanan kpd umum. Modal
pendiriannya berasal sebagian atau seluruhnya dari kekayaan negara yg
dipisahkan berupa saham-saham. Persero dipimpin oleh direksi. Sedangkan
pegawainya berstatus sbg pegawai swasta. Badan usaha ditulis PT (Persero).
Maksud dan Tujuan PERSERO adalah sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1 adalah untuk menyelenggarakan usaha sebagai berikut :
·Mengelola hutan sebagai ekosistem sesuai karakteristik wilayah untuk
mendapatkan manfaat yang optimal bagi PERSERO dan masyarakat sejalan dengan
tujuan pengembangan wilayah
·Melestarikan dan meningkatkan mutu sumber daya hutan dan mutu lingkungan
hidup
·Menyelenggarakan usaha di bidang kehutanan yang menghasilkan barang dan
jasa yang bermutu tinggi dan memadai guna memenuhi hajat hidup orang banyak dan
memupuk keuntungan
·Usaha-usaha lainnya yang dapat menunjang tercapainya maksud dan tujuan
PERSERO.
II.Swasta (BUMS)
BUMS adalah salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia.
BUMS merupakan badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh pihak swasta.
Tujuan BUMS adalah untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. BUMS didirikan dalam
rangka ikut mengelola sumber daya alam Indonesia, namun dalam pelaksanaannya
tidak boleh bertentangan dengan peraturan pemerintah dan UUD 1945. BUMS dalam
melakukan perannya mengandalkan kekuatan pemilikan modal. Perkembangan usaha
BUMS terus didorong pemerintah dengan berbagai kebijaksanaan.
Perusahaan-perusahaan swasta sekarang ini telah
memasuki berbagai sektor kehidupan antara lain di bidang perkebunan,
pertambangan, industri, tekstil, perakitan kendaraan, dan lain-lain. Perusahaan
swasta terdiri atas dua bentuk yaitu perusahaan swasta nasional dan perusahaan
asing.
III.Koperasi
Badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan
hokum koperasi denga melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi,
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
pemerataan hasil ekonomi pertumbuhan kegiatan ekonomi kestabilan yang mendukung
kegiatan ekonomi.
Peranan Koperasi dalam perekonomian Indonesi
Sulit mewujudkan keamanan yang sejati, jika masyarakat
hidup dalam kemiskinan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Sulit mewujudkan
demokrasi yang sejati, jika terjadi ketimpangan ekonomi di masyarakat, serta
sulit mewujudkan keadilan hukum jika ketimpangan penguasaan sumberdaya
produktif masih sangat nyata. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peran
koperasi antara lain :
·Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada
khusunya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi
dan sosialnya.
·Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia
dan masyarakat.
·Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional.
·Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang
merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Sejarah Universitas Gunadarma
Pada 7 Agustus 1981 berdiri Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) di Jakarta yang tiga tahun kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 13 Januari 1990, berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma (STIE Gunadarma). Pada tahun 1993, STMIK dan STIE membuka Program Magister dengan konsentrasi Manajemen Sistem Informasi untuk STMIK serta Magister Manajemen untuk STIE. Selanjutnya, melalui S.K. Dirjen DIKTI No.92/Kep/Dikti/1996 tertanggal 3 April 1996, STMIK dan STIE Gunadarma melebur menjadi UNIVERSITAS GUNADARMA bersama dengan empat fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Sastra. Membuka milenium baru, Universitas Gunadarma membuka Program Doktor Ilmu Ekonomi berdasarkan ijin Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Republik Indonesia No. 55/DIKTI/2000 yang diikuti dengan pembukaan Program Doktor Teknologi Informasi berdasarkan ijin Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Republik Indonesia No. 3716/P/T/2002.
Setelah melalui perjuangan panjang dalam menghadapi berbagai tantangan, Universitas Gunadama telah menjelma menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia. Pengalaman selama 25 tahun yang diiringi pengabdian dan dedikasi tenaga pengajar; komitmen yayasan dan pimpinan; pengadaan fasilitas pembelajaran serta kepercayaan masyarakat, Universitas Gunadarma terus berupaya menghasilkan lulusan yang berguna dan bisa mendarmabaktikan kompetensinya demi membangun masa depan bangsa yang lebih baik.
Visi dan Misi Universitas Gunadarma
Visi
Pada tahun 2012 Universitas Gunadarma menjadi Universitas berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia yang kontribusinya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat diakui (recognized), baik di tingkat regional maupun internasional
Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang berkualitas dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.
2. Menciptakan suasana akademik yang mendukung terselenggaranya kegiatan penelitian yang bertaraf internasional dan bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia.
3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai ujud pengejawantahan tanggung jawab sosial institusi (university social responsibility).
4. Menyelenggarakan kerjasama dengan pelbagai institusi, baik di dalam maupun di luar negeri.
5. Mengembangkan organisasi institusi dalam rangka merespon pelbagai perubahan yang terjadi. Kehidupan Kampus
Kehidupan di dalam dan di luar kampus yang nyaman, tentram, damai, dan aman serta dukungan fasilitas yang lengkap dan menyenangkan merupakan salah satu pertimbangan setiap orang untuk memasuki dunia perguruan tinggi. UG selalu berusaha untuk terus menciptakan suasana akademis yang kondusif serta hubungan dengan lingkungan yang harmonis. Suasana akademis yang kondusif di dalam kampus didasarkan pada hubungan antar civitas academica yang meliputi dosen, mahasiswa, dan lulusan. Hubungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses belajar-mengajar di kelas saja, namun mencakup hubungan social di luar kelas yang bisa mendukung terciptanya suasana akademis yang kondusif. Interaksi dengan masyarakat sekitar juga dilandasi dengan saling ketergantungan yang positif, termasuk interaksi antara mahasiswa yang bermukim di sekitar kampus dengan masyarakat sekitar. Fasilitas
Bangunan Kampus Kampus kegiatan Akademik Universitas Gunadarma diadakan di 8 (delapan) Kampus, yaitu:
Kampus A di Jl. Kenari III No 33 Jakarta Pusat
Kampus B di Jl. Salemba Bluntas Jakarta Pusat
Kampus C di Jl. Salemba Raya No 53 Jakarta Pusat
Kampus D di Jl. Margonda Raya 100 – Depok
Kampus E di Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis
Kampus G di Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis
Kampus H di Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis
J di Jl Kampus. KH. Noer Ali, Kalimalang, Bekasi
Di kampus terdapat fasilitas ruang kelas, liary, laboratorium, ruang seminar, auditorium, ruang senat, BPM, ruang pertemuan, ruang dosen, ruang konsultasi akademik, usaha ekonomi, karyawan dan kantor pelopor, musalla dan masjid, juga area olahraga. Ruang Kelas Universitas Gunadarma memiliki 167 ruang kelas:
12 kelas kamar di kampus A
19 kelas kamar di kampus B dan C
18 kelas kamar di kampus D
55 kelas kamar di E kampus
39 kelas kamar di kampus G
24 kelas kamar di kampus J
Untuk kebutuhan proses belajar belajar, masing-masing kelas dilengkapi dengan sarana, antara lain OHP, Tape Recorder, Mikrofon, Pusat Sound System, Komputer Proyektor, Slide Proyektor dan sebagainya. Auditorium Universitas Gunadarma auditorium yang terletak di kampus D – Depok dan Kampus A – Kenari. Auditorium di Kampus D terletak di gedung 4 lantai 6, dan auditorium ini bisa berisi sekitar 300 orang. Auditorium di Kampus A terletak di lantai 2 dan dapat berisi sekitar 100 orang.Antara lain, ini memanfaatkan auditorium sebagai tempat untuk kegiatan seminar baik untuk mahasiswa atau dosen. Dan dilengkapi dengan satu layar besar di tengah dan dua layar lainnya di sisi kanan dan kiri. Arti dan Lambang Universitas Gunadarma
Tangkai Obor Berdiri Tegak
Melambangkan keteguhan hati untuk menyumbangkan
dharma bakti kepada Nusa dan Bangsa
Cawan Obor yang Melebar dan Cekung
Adalah wadah dari ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam
Kobaran Api yang Kuning Keemasan
Menunjukkan semangat juang yang tak pernah padam dalam menuntut
ilmu dan menyumbangkannya kepada masyarakat
Bentuk Lingkaran yang Berwarna Ungu
Adalah suatu bentuk geometris yang memberi ciri pada
ilmu pengetahuan yang ditekuni dan dikembangkan
Bingkai Segi Lima
Menyatakan bahwa Universitas Gunadarma berazaskan Pancasila